TIM KECAMATAN EVALUASI DANA DESA SIPATANA, FOKUS PADA PEMBANGUNAN DAN PEMNERDAYAAN

 SEPUTAR BUNTULIA, 13 Maret 2026 – Pemerintah Kecamatan Buntulia melalui tim fasilitator kecamatan kembali melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pembangunan desa dan Dana Desa (DD) Triwulan IV Tahun Anggaran 2025 di Desa Sipatana Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan sesuai aturan serta mengevaluasi pelaksanaan program yang telah dilakukan pemerintah desa.


Berbeda dengan hasil monitoring di beberapa desa sebelumnya, pada tahap II Dana Desa di Desa Sipatana terdapat pembangunan fisik yaitu lanjutan pembangunan pagar paud. Hal ini disebabkan oleh adanya keterlambatan penyelesaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) pada tahap sebelumnya sehingga berdampak pada pelaksanaan kegiatan pembangunan.


Kegiatan monitoring dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sipatana dan dihadiri oleh berbagai Kepala Desa, sekdes dan perangkat desa, hingga para operator desa. 



Camat Buntulia, Syaiful B.M Hunta, S.Pd., MMSH, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari proses pembinaan pemerintah kecamatan kepada pemerintah desa.


“Melalui monev ini kita dapat melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan program Dana Desa, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Desa Sipatana, Ahim Lakoro, menyampaikan bahwa hasil evaluasi dari kegiatan monitoring ini akan menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah desa ke depan.



“Kami berharap setelah adanya monev ini, pemerintah Desa Sipatana bisa memperbaiki kinerja ke depan, terutama terkait pengelolaan administrasi dan pelaksanaan program desa,” Ayah Ahim.


Ia juga menjelaskan bahwa beberapa kebijakan pemerintah pusat, termasuk kebijakan efisiensi anggaran, turut mempengaruhi arah pembangunan di tingkat desa.


“Dengan adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, tentu hal ini sangat berpengaruh terhadap kebijakan pembangunan di desa,” tambahnya.


Salah satu perangkat desa, Harto Saputra, yang akrab disapa Ato, yang juga pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa sebagian besar penggunaan Dana Desa di Sipatana lebih banyak diarahkan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan. 


“Sebagian besar dana yang terserap memang digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat, dan ketahanan pangan serta bantuan langsung Tunai (BLT) dan kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat,” ungkap Ato.


Meski hanya terdapat beberapa pembangunan fisik pada tahap II, kegiatan monitoring tetap berjalan secara komprehensif. Tim kecamatan tetap memeriksa dokumen administrasi, laporan kegiatan, serta mendengarkan keluhan dan kendalanya dalam pelaksanaan pembangunan desa. 


Para pemerintah desa yang mengikuti kegiatan tersebut juga memberikan sejumlah masukan agar pengelolaan Dana Desa di masa mendatang dapat berjalan lebih tertib dan efektif.




Pemerintah Kecamatan Buntulia berharap melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, pemerintah desa dapat terus meningkatkan tata kelola administrasi serta perencanaan, penatausahaan, pelaporan serta pertanggungjawaban pada pembangunan desa agar penggunaan Dana Desa semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(WIN)

Komentar